atha's scrapbook: Poem
Showing posts with label Poem. Show all posts
Showing posts with label Poem. Show all posts

December 12, 2017

Menua dan Pulang Berdua

Tuesday, December 12, 2017 0
Menua dan Pulang Berdua

Ditatapnya kedua bola mata cerah perempuan itu. Hatinya tak henti mengucap syukur, Tuhan berikan ia sebagai teman hidupnya. “Kenapa kau mau menerimaku?”, ia masih heran. “Tuhan kirimkan kau untuk kucintai, dan mencintaiku.”

Dapur di rumah mereka menguarkan harum-haruman yang membuat lelaki itu hanya ingin makan di rumah. “Uda mau makan apa?” diucapkan dengan suara paling lembut sedunia. Tuhan, inikah surga?

Orang-orang melihat betapa sempurna hidup mereka. Orang-orang tidak tahu berapa banyak duka yang harus mereka sisipkan pada hati mereka yang herannya semakin hari tidak semakin sempit. Dua manusia yang Tuhan takdirkan untuk saling menguatkan.

Detik demi detik perlahan melunturkan kegagahan mereka berdua, namun tidak kecantikannya. Dan kelembutannya.

Hingga pada suatu masa, ujian paling berat menguji hidup mereka. Menguatkan cinta mereka.
Dibasuhnya kepala dan tubuh perempuan itu setiap hari dengan sayang. Dinina bobokkannya hingga ia terlelap berdua diselimuti dinginnya malam. Dipeluknya, dibimbingnya, diciumnya. Ia telah berjanji di depan Tuhan dan ayah perempuan itu untuk menjaganya. Dan ia menepatinya.

Ketika Tuhan terlalu rindu pada sang perempuan, lelaki itu dengan berat hati merelakannya. Membasuh dan menciuminya untuk terakhir kali. Air matanya sudah habis. Namun doa dan cintanya tidak. Ia letakkan foto sang perempuan di sebelah tempat tidurnya, membiarkan baju-baju perempuan itu tetap berada satu almari bersama baju-bajunya.

Ia beli liang di sebelahnya.

Sepuluh tahun berlalu dan cintanya tidak pernah berganti. Dipanggilnya nama istrinya di sela-sela napasnya yang sudah susah. “Papa kangen mama,” berulang kali ia ucapkan. Memastikan anak-anaknya mengerti ia begitu merindukan ibu mereka.

Tahun-tahun penuh kerinduan yang menyiksa bagi lelaki itu sudah usai. Kini mereka sudah tidur panjang. Berdua dipeluk bumi. Menua dan pulang dalam cinta yang selalu sama.

Meninggalkan cerita bahwa cinta itu nyata.



 ---
Menjadi saksi kisah cinta yang nyata memang menyenangkan, juga menyesakkan pada waktu yang sama.
I love you, Oma, Opa.
May Allah gives His eternal blessings for both of you.
Rest in love.

October 30, 2016

She is Too Afraid

Sunday, October 30, 2016
She is Too Afraid
She is too afraid to shout her thoughts out.
too afraid of crowded places.
of strange faces.
She is just too afraid.

She is too afraid to talk about her deepest secrets.
too afraid of dark.
of empty boxes which are fulled of dust.
She is just too afraid.

People says big girls don't cry.
but girls are human too.
each is given a pair of Tränendrüse.
each needs to put her head down to the ground.
34 times a day.

September 9, 2016

Those Who Live Far Away from Their Loved Ones

Friday, September 09, 2016 0
Those Who Live Far Away from Their Loved Ones

“Distance means nothing when someone means everything”,
said someone who doesn’t understand the meaning of missing someone else.
Said someone who’s trying so hard hiding their feeling of longing.

Don’t be too naive. Nothing can heal a longing heart except physical contacts or when your eyes finally see them again. In 4D. Real. Not just voices, pictures, or videos.

And I miss
my mom’s lap.
My daddy’s kiss on the forehead.
Seeing my sister sleep.
Laughing so hard with my best friends. And seeing them re-applying lip tint everytime we take picture.
The smell of my bedroom.
My grandma’s cooking.
Rebuking my grandpa to stop smoking.
My junior high’s classmates. How we used to watch movies after school. Or take a nap during breaks.
My mother’s hug.
The cities I grew up in.
My old neighbours.
Bibi’s cooking. And Bibi too.
High school.
The things I do every Friday with my best friends when I was in junior high.
My high school sweethearts.
My sister’s cheap jokes.
Chemistry lab works on high school.
Gossip time with my mates in english club.
And so on...
My heart starts confusing about which thing I miss the most.

Nobody said it was easy
No one ever said it would be this hard...

Sometimes I feel like I’ve grown up so much than I was few years ago.
“You are the bravest one I have ever known. You deserve the best. You did good. Keep doing good.” I always tell my self those things everytime things get harder. Everytime I feel weaker.
I kinda am proud of my self because I am brave enough to live alone in a city I don’t know so far away from my family. Not so many could experience this.

But.

I also keep reminding my self that there are SO MUCH teenagers who are as old as me out there struggle harder than I do.
Like my struggling is nothing compared to them.

But sometimes it feels hard everytime I see my friends get the chance to go home every day. Every weekend, or every month.

Get to eat their mothers’ cooking every meals everyday and eat dinner with all family members at night. Get to hug their moms. Get kisses on the forehead from their dads. Arguing with their siblings.
Or anything else I haven’t done, gotten, experienced or felt in months.

For you who say I am too much, well maybe you haven’t felt it.

And for you who feel the same way, cheers. We are stronger than we think. Good luck on your studies, don’t ever lose faith. Prove to them who say you’re exaggerating that you could do so much better. Well, sad to say, they will never understand our struggling. Don’t hope that they will. They won’t. Unless they have experienced it themselves.
Stay strong! Because our family do too. Make them proud. 

Love from Jogjakarta, Indonesia, 1.180km from home,
Atha

July 25, 2016

Kamukah yang Kucinta?

Monday, July 25, 2016 0
Kamukah yang Kucinta?
Jadi beberapa bulan yang lalu aku bikin artikel buat ikutan lomba #CintadalamKata di idntimes.com tapi ngga menang, padahal udah bikin 2 hehe daripada ngga ada yang baca, aku share aja ya disini. Btw emang tema lombanya cinta cmiww

Kamukah yang Kucinta?
Dan aku katakan sekali lagi.

“Aku mencintaimu.”

Entah kota ini yang terlalu romantis atau aku yang terlalu puitis. Tapi memang begitu kenyataannya. Aku, yang selama ini tidak peduli dengan cinta, bisa jatuh hati begitu saja kepadamu, yang tak pernah berhenti bermain wanita. Kukira kita impas, karena selama ini kita tidak pernah menghargai cinta seperti yang seharusnya dilakukan manusia sebagai balasan syukur atas rasa yang belum tentu dirasa setiap insan.

Kau tahu, aku takut.

Aku takut jika tempatku jatuh akan meremukkan seluruh tulangku, karena ketahuilah aku telah jatuh sejatuh-jatuhnya. Namun aku lebih takut lagi, jika kau tangkap aku, terbangkan aku, dan jatuhkan aku dari tempat yang jauh lebih tinggi. Bisa meledak semua isi kepala dan perutku.

Aku tidak pernah memilih untuk mencintaimu. Oh, dengan cinta saja aku tidak percaya. Lalu kau perlahan datang, menyusup ke dalam rongga-rongga jantung yang selama ini hanya terisi darah, darah, dan darah. Kau berikan cinta di dalamnya. Detaknya menjadi-jadi, tak bisa diatur lagi. Entah kau melakukannya secara sadar atau tidak. Tetapi terima kasih, aku bahagia.

Tidak ada hari tanpa bahagia. Lantunan rasa hatiku mengalun lembut setiap detiknya. Membiarkan diriku jatuh, jatuh, dan jatuh lebih dalam lagi. Kau tahu? Cinta adalah bahagia jika kau jatuh cinta pada orang yang tepat. Aku rasa kau tepat. Setidaknya menurutku begitu.

Hingga suatu hujan kau menghilang. Lenyap begitu saja tanpa kabar sama sekali. Tak ada artinya kah aku untukmu? Tetapi mungkin memang seharusnya begitu. Aku tidak diciptakan Tuhan dari salah satu costaemu yang hilang. Setidaknya terima kasih telah menyadarkanku bahwa masih ada yang jauh lebih menyakitkan dari tulang yang patah. Hati yang retak, kepercayaan yang rusak, mata yang membengkak, dan bahagia yang tak lagi tampak.

Manusia egois, kau tahu? Manusia selalu ingin menjadi yang satu-satunya. Tak terkecuali aku. Setiap malam aku selalu merengek kepada Tuhan agar mengantarmu untukku. Tak apa, bila aku hanya bisa bersamamu sepanjang malam dan mendapati air mata pada permukaan bantalku di pagi hari. Sungguh, tak apa. Itu jauh melegakan dibanding tidak adanya kabar darimu.

Ternyata selama ini aku salah, dan sekarang aku mengerti, mengapa mereka mengagungkan rasa ini. Aku paham, mengapa rindu lebih menyayat dibanding jatuh cinta. Setidaknya tolong beri aku kabar, walau kabar itu berarti kau sedang bahagia dengan yang tepat. Dan ia bukan aku.

Cinta yang Tak Pernah Kau Pedulikan

Monday, July 25, 2016 0
Cinta yang Tak Pernah Kau Pedulikan
Jadi beberapa bulan yang lalu aku bikin artikel buat ikutan lomba #CintadalamKata di idntimes.com tapi ngga menang, padahal udah bikin 2 hehe daripada ngga ada yang baca, aku share aja ya disini. Btw emang tema lombanya cinta cmiww

Cinta yang Tak Pernah Kau Pedulikan

Cintanya sering kita lupakan karena terkadang kita terlalu sibuk. Terlalu sibuk mengkhawatirkan apakah kita sudah cukup ideal untuk pasangan yang kita idam-idamkan sejak lama. Padahal ia dan cintanya tak pernah menuntut syarat. Ia telah memberikan cintanya bahkan sejak sebelum dapat melihatmu. Kau tidak pernah tahu bahwa doa-doanya kepada Tuhan jauh sebelum pertemuan antara ia dan kau adalah agar kau cepat-cepat hadir dalam dekapannya.

Hari paling bahagia dalam hidupnya adalah ketika ia bertemu denganmu. Di hari itu, ia akan mengecup lama keningmu seraya menghembuskan kelegaan yang teramat dalam. “Akhirnya kau datang, sayangku.” Di hari itu, ia dengan egois menobatkan dirinya sendiri sebagai laki-laki paling beruntung sedunia.

Ia akan berusaha mati-matian agar kau dapat merasakan arti kata nyaman. Ia rela menebus kebahagianmu dengan apa saja, bahkan jika harus sejumlah tak hingga, ia sanggup. Membuatmu senang adalah tugas keduanya setelah melindungimu. Menjagamu dari bahaya agar mimpi-mimpi yang kau rangkai bersamanya dapat menjadi nyata satu persatu.

Hari demi hari ia lalui bersamamu. Namun, masih saja sama seperti beberapa tahun belakangan. Kau tak pernah peduli pada cintanya. Sekolah, model baju dan rambut, perhiasan, serta laki-laki paling tampan di sekolah jauh lebih menarik perhatianmu.

Lagi-lagi ia pandai berpura-pura. Ia berlagak seolah tak peduli saat mendengarmu bercerita dengan semangat bahwa kau sangat bahagia hari itu. Laki-laki yang kau suka mengantarmu pulang ke rumah dan mengatakan hal yang kau damba-dambakan. Tahukah kau bahwa setengah mati ia menahan kecemburuannya? Dalam hatinya hanya berlaku satu pasal yang belum juga kau pahami; kau adalah miliknya.

Tak seperti perempuan, ia akan diam saja melihat kau patah hati. Tetapi mungkin kau tidak pernah menyadari bahwa hatinya juga terluka sangat dalam, melihat hati kecil yang sudah susah payah dibahagiakannya itu dipatahkan begitu saja oleh orang yang bahkan tidak ia kenal.

Hari paling menyedihkan dalam hidupnya adalah ketika ia harus rela melihatmu diambil oleh orang lain dari pelukannya. Tidak, di hari itu ia tidak akan menangis terisak seperti saat mengetahui universitas ternama itu menerimamu. Ia akan tersenyum dan lagi-lagi berdoa kepada Tuhan agar tangan-tangan Tuhan bisa mewakili tangan-tangannya yang sudah tidak mungkin lagi untuk melindungimu.

Ia memang tidak pernah mengatakannya. Namun percayalah, ia mencintaimu jauh lebih besar dari yang kau tahu.

Didedikasikan untuk para ayah, yang tidak pernah berkesempatan mengikrarkan cintanya untuk anak-anak perempuannya. Terutama untukmu, Bapak.

September 29, 2015

Halo

Tuesday, September 29, 2015 0
Halo
Kamu tahu rasanya bahagia dengan sederhana? Aku rasa tidak.

Kamu berstandar terlampau tinggi.

Segala hal yang terjadi secara sederhana tidak pernah membuat sel-sel sarafmu tertarik untuk sekadar berkata menarik. Kamu suka hal yang kompleks. Hal yang jauh lebih rumit dibanding sepuluh bola benang wol yang terjuntai dan kusut menjadi satu.

Kamu bisa menjadi muda dan menginspirasi.

Namun kadang kamu adalah tua dan menyebalkan.

Kamu pintar dan sudah melihat dunia yang jauh lebih luas, sehingga kamu tahu jauh lebih banyak. Itu adalah muda dan menginspirasi.

Kamu ingin tahu, namun tidak ingin diberi tahu oleh yang lebih tahu. Itu adalah tua dan menyebalkan.

Namun kamu tahu apa yang paling berpengaruh?

Kamu membuatku sadar bahwa ternyata dunia jauh lebih luas daripada yang aku kira sebelumnya. Kamu membuatku berani untuk bermimpi yang lebih tinggi lagi. Membuatku sadar bahwa pencapaianku, target-targetku masih jauh dibawah kata ‘standar’.

Segala cita-cita pasti butuh usaha, kita tahu itu. Dan kamu mengajarkanku bahwa ternyata tubuh kita mampu untuk melakukan usaha sebesar itu. Bahwa ternyata kalau kita mau, kita pasti bisa. Kamu membuatku ingin untuk menjadi yang lebih baik lagi. Yang lebih pintar lagi. Yang lebih aktif bersosialisasi lagi. Aku belajar banyak. Dan untuk itu, aku berterima kasih.

Sisanya,


September 11, 2015

Kita adalah pantulan cahaya di kaca. Ada. Namun tak nyata.

Friday, September 11, 2015 0
Kita adalah pantulan cahaya di kaca. Ada. Namun tak nyata.
Karena kita bukan seperti yang mereka kira. Setidaknya menurutku begitu.
Tidak sebahagia rona jingga keemasan yang menghiasi langit senja di ujung hari.
Bukan gulali manis yang membuat anak kecil bahagia walau harus sakit gigi.
Bukan edelweis yang akan selalu indah sepanjang musim.

Kita adalah kereta, yang selalu datang dan pergi. Tidak pernah berhenti.
Adalah dandelion, yang indah namun selalu bebas mengikut angin yang membawanya pergi.
Kita selalu bergerak. Tidak pernah berhenti berjalan.
Mungkin itu masalahnya.
Kita berjalan pada jalur yang paralel.
Tidak akan pernah besinggungan.

Aku lebih suka bertabrakan. Memiliki torsi yang berlawanan hingga ketika kita diakumulasi, hasilnya nol. Sama-sama mengalah untuk menjadi satu. Namun aku kira probabilitasnya sama seperti segala bilangan yang dibagi nol. Tak terdefinisi. Sama seperti jumlah simetri lipat suatu lingkaran. Tak terhingga.


Tapi ketahuilah bahwa dari probabilitas yang tak terhingga itu, kamu menjadi yang selalu aku semogakan.

November 9, 2014

Pr Bahasa Indonesia

Sunday, November 09, 2014 0
Pr Bahasa Indonesia
Merelakan sama seperti merindukan
Selalu sukar dan tak pernah nyata
Bahkan langit bergemuruh
Ketika melepas tetesan air angkasa

Menunggu sama seperti mengorbankan
Memberi tanpa tahu kapan akan diberi
Berlomba dan bergerak bersama waktu
Siapa yang lebih sabar berdiam

Tidak ada yang pernah memintamu rela atau tunggu
Tapi setidaknya kamu mengerti
Mengusahakan sama seperti berlari
Lelah dan peluh akan terganti


Malang, 8 November 2014
03.00 WIB

August 24, 2014

...

Sunday, August 24, 2014 0
...
I fall in love with you every day.
fall in love wih you everytime I think of you.
fall in love wih you everytime I see you.
fall in love wih you everytime I talk to you.

Maybe I dont know what falling in love really is.
But

I feel happy everytime I think of you.
I feel happy everytime I see you.
I feel happy everytime I talk to you.

Maybe I dont know what falling in love really is.
But I do know well what happiness is.

you.

The one that makes me smile.
The one that makes me imagining beautiful things.
The one that makes a brighter day.

I fall in love without realizing what it was.
When people say falling in love without knowing how, when, and where
I do know well how, when, and where I fall in love with you.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------


#EAAAAA #tumbendapetidebeginicocwit:') #maapkanmerusaksuasana

July 15, 2014

gataujudulnyaapa

Tuesday, July 15, 2014 0
gataujudulnyaapa
Wahai mata yang meluluhlantakkan semua perasaan,
wahai kata-kata yang membius pagi dan petang,
wahai tawa yang menghidupkan ratusan rindu,

kenapa aku?

Kamu selalu menuntunku mengembara ke alam tak bertepi. Dunia dimana dingin dan gelap meremukkan tulang. Dunia dimana didalamnya tak ada lagi alasan untuk kembali pulang. Ternyata bahagia itu semudah terlelap dalam kedamaian tanpa perlu melangkah pergi lagi.

Kamu.
Aku berkata kamu tetapi bukan kamu yang aku rasakan.
Kamu.
Adakah aku dalam kamu?

December 21, 2013

how do you wanna be treated?

Saturday, December 21, 2013 0
how do you wanna be treated?
You know what it feels like to have someone stabs you from behind? I know I'm not that innocent or kind or cute, but somehow, it hurts. It hurts knowing you feel youre better than someone when actually you do not.

Does it hurts holding tight a ball of needles?
You always think youre clever enough to make the pain goes away.
And it hurts even more knowing youre not clever enough.

How does it feel to have someone to talk to?
You always feel youre kind enough to make people likes you.
And they hate you even more knowing youre not kind enough.

People said treat people like how you want to be treated.
But as I grown up, I found that phrase is kind of bullshit.
You know what?
You treat people nicely, wishing they would nicely treat you back.
Youre giving so much in a relationship but did you get the cashback?
No?
Now you agree.

Society treats you differently.
So you should treat people depends on how they treat the others.
My advice, if you feel youre too kind, or its really hard for you to say no,
be ready to get hurt.
A lot.

November 6, 2013

gadis dan kaca kecil

Wednesday, November 06, 2013 0
gadis dan kaca kecil

"

Dia tertawa. Menampilkan deretan gigi putihnya yang rapi. Matanya menyipit, namun aku masih bisa melihat cahaya kesenangan keluar dari sana. Bahunya naik turun seiring dengan tawanya yang menyenangkan itu. Tawa yang mau tak mau membuatmu tersenyum juga. Walaupun lelucon tadi sama sekali tidak lucu.

Caranya berjalan dan berbicara. Caranya membuat semua orang percaya dengan kata-katanya. Caranya membuat orang lain terpingkal dengan lelucon dan tingkah konyolnya. Segala cara yang membuat setiap orang menyukainya.

Seperti bau hujan di musim kemarau.

Atau bau wangi vanilla white musk kesukaanku.

Atau bau rendang Padang di bulan Ramadhan.

Dia dengan mudah membuat semua orang menyukainya.

***

Dia terkekeh lagi. Entah apa yang membuatnya kali ini tertawa. Aku rasa hal yang tidak begitu penting lagi. Namun kali ini sudah bukan tawanya yang menarik perhatianku. Aku sudah cukup hafal dengan tawanya sekarang. Jadi mendengarkan tawanya bukan merupakan sebuah hal baru bagiku.

Dia sering sekali tertawa dan terkekeh.

Kali ini tatapannya berbeda dari biasanya. Anak perempuan itu memandang kosong ke ujung lapangan basket sekolah kami. Aku mendadak terdiam. Tidak biasanya gadis ini melamun. Biasanya ia selalu tertawa, paling tidak tersenyum. Namun kali ini berbeda. Ia sekarang sering kali melamun, memandang ke arah ujung lapangan basket itu.

Kali ini ujung lapangan itu basah.

Hujan deras mengguyur kota kami. Tidak ada seorang pun yang berniat keluar dari bangunan. Namun gadis kecil tadi tetap berlari mendekati jendela kaca di ujung lorong itu. Kembali menatap ujung lapangan itu. Walau aku yakin objek pandangannya tidak ada disana.

Karena semua orang tidak keluar saat hujan deras begini.

Aku mendekatinya. Sekilas nampak tidak ada yang berbeda darinya. Kecuali tawa yang kuakui sedikit kurindukan itu. Aku mencolek bahunya pelan. Namun tidak ada respon. Akhirnya aku memanggilnya, melantunkan namanya. Oh tidak, hanya seruan. Bukan namanya. Aku bahkan tidak tahu namanya.

Dia menoleh, memandangku dengan tatapan aneh, curiga, entah apalah. Sambil sesekali terus memandang ke arah ujung lapangan basket disana. Nampaknya ada sebuah objek yang ditunggunya. Aku melihat segerombolan hormon testosteron itu bergerak berlarian menyebrangi lapangan basket. Berusaha lari secepat-cepatnya, menghindari tetesan air dari angkasa. Aku teringat niat awalku, bermaksud hendak bertanya kemanakah perginya tawa riang dan senyuman manisnya itu, namun langsung membatalkan niatku begitu kulihat kedua matanya.

Kedua bola hitam putih itu memancarkan binar-binar indah. Benar-benar indah. Aku terkesiap selama beberapa saat. Tahulah aku sekarang, gadis ini tidak bersedih. Gadis ini tidak tampak murung sama sekali. Gadis ini hanya sedang...

jatuh cinta.

"

October 16, 2013

Gula Kapas dan Hal Bahagia Tentangmu

Wednesday, October 16, 2013 2
Gula Kapas dan Hal Bahagia Tentangmu

"
Aku memicing. Rupanya sinar matahari kala itu tidak mau kalah beradu dengan tebalnya awan putih seperti gula kapas kesukaanku. Ya, aku memang lebih suka gula kapas yang berwarna putih dibanding yang merah muda. Alasannya sih sederhana saja, gula kapas putih mengingatkanku tentang awan, dan itu membuatku bahagia.

Dudukku kala itu tidak bisa diam. Mengingat ribut-ribut suara cewek dihadapanku ini yang terus saja berbicara. Pahamlah, anak SMA. Cewek-cewek lagi.

Aku menggeser dudukku, bermaksud menghindari surya yang semakin panas saja. Tanpa bisa kucegah ternyata perbuatanku tadi menyebabkan sudut pandangku berubah beberapa derajat. Menghasilkan bayangan yang entah sejak kapan menjadi bayangan favorit retina mataku. Sosokmu yang tinggi menjulang itu termangu. Entah melamunkan apa. Aku sebetulnya hanya ingin melihatmu sekilas saja, dan kembali fokus larut dengan obrolan cewek-cewek ini. Namun otakku menolak untuk diajak bekerja sama. Belum sampai sepuluh detik aku memalingkan muka, mataku kembali mencari-cari bayanganmu.

Pandanganmu masih tidak berubah. Masih tetap saja menuju ke satu titik tapi aku yakin pikiranmu tidak kesana. Kualihkan pandanganku ke seberang timur, dan disana seluruh temanmu ribut sekali. Entah berdebat soal makanan paling enak di kantin, atau tentang gosip pasangan baru di sekolah. Tapi kau tetap diam. Tidak ikut menyeruak masuk ke dalam kerumunan penuh hormon testosteron itu. Saat salah satu dari mereka menegurmu, kau bahkan hanya tersenyum tipis dan melambaikan tangan. Tidak ada maksud untuk bergerak sedikitpun.

Padahal dulu kau tak begitu.

Sosokmu yang hangat nyaris mengalahkan hangatnya sinar matahari yang menghangatkan jari-jari beku sesudah terbalut oleh dinginnya embun pagi kota. Dan aku tidak lagi menemukan hangatmu, sekarang. Apa yang membuatmu berubah, teman?

Senyummu dan tawamu yang bahagia tidak pernah absen meramaikan lorong kelas yang sepi. Dan aku tidak lagi menemukan bahagiamu, sekarang. Ada apa, teman?

Ayo, bahagialah, teman. Sesungguhnya, alasan kita untuk bahagia tidak hanya satu. Aku tidak tahu alasanmu apa. Tapi pasti ada ratusan alasan lain yang bisa membuatmu bahagia. Dan ketika ternyata alasan-alasanmu habis kau buang satu per satu, kau masih tetap bisa bahagia, kok. Bahagia bahkan tidak membutuhkan alasan.

Bersyukur.

***
Gula kapas berwarna putih itu kumakan lambat-lambat. Aku tidak ingin manisnya cepat hilang. Aku suka saat gula kapas itu menyentuh lidahku dan mencair cepat di dalam sana. Meninggalkan manis, dan membuatku bahagia. Kan sudah kubilang, bahagia itu tergantung kita.

Aku hampir tersedak saat tanpa sengaja memasukkan gula kapas itu terlalu banyak. Rasa manis yang terlalu menyengat lidah membuatku memejamkan mata sepersekian detik. Dan saat mataku membuka, yang kutemukan adalah bayangan favorit retina mataku. Aku mengerjapkan mata berkali-kali. Dan kau tetap ada disana. Berarti bukan ilusi.

Sosokmu yang masih tinggi menjulang berdiri disana. Dikelilingi puluhan gerombolan testosteron lainnya. Aku tersenyum sekilas. Kau sudah mau beranjak dari lamunan bodohmu itu. Kau harusnya sadar, sendirian tidak akan membuatmu bahagia, tau.

Lalu aku melihatmu tertawa. Entah apa yang temanmu ucapkan. Kau mulai kembali batinku. Namun hanya sebentar. Sosok hangatmu yang seakan kembali tadi menghilang beberapa detik kemudian. Digantikan oleh image barumu yang tidak aku kenal itu. Apa sih, yang bisa membuatmu menghangat lagi? 

Aku mengambil gula kapas lagi, sambil sesekali memandangmu yang sebentar-sebentar berubah-ubah imagenya. Lalu aku tanpa sadar berteriak kecil saat tanganku ditarik oleh tangan yang aku yakin sekali milik sahabatku. "I've been looking for you, for almost thirty minutes, you know. Darimana aja, sih?" Dia mengomel dan omelannya membuatku bahagia. Setidaknya dia peduli padaku.

Aku tersenyum menyadari betapa hebatnya kau yang bisa mematri waktuku hingga aku tidak sadar bahwa aku telah terpisah dari sahabatku cukup lama. Aku menolehkan kepalaku sekali lagi kearahmu, lalu mengikuti sahabatku, partner in crime ku, dan orang yang membuatku bahagia ini pergi kemana saja yang ia mau. Saat aku memakan potongan gula kapasku yang terakhir, aku membisikkan doa untukmu. Lirih sekali.

Semoga kamu selalu bahagia :))

"
Malang, 16 Oktober 2013

July 28, 2013

Iseng

Sunday, July 28, 2013 0
Iseng
Aku tahu pagi hari-mu sudah cukup sejuk
dan malam hari-mu sudah cukup hangat.
Namun biarkan aku menyelipkan namamu dalam doaku.

Mereka bilang hal terindah adalah berfoto bersama dan mengunggahnya ke internet,
memamerkannya pada dunia.
Namun aku rasa hal terindah adalah mereka yang diam-diam,
saling mendoakan.

Selamat malam matahari pagi-ku
dan bulan malam-ku.
Dimanapun kamu berada,
aku selalu berharap hormon Endorphin milikmu sedang bekerja.

April 22, 2013

Benar-Benar Belajar

Monday, April 22, 2013 0
Benar-Benar Belajar

Hari ini saya banyak sekali belajar

Saya harus belajar menerima kenyataan bahwa hidup tidak selamanya adil
Ada yang salah ada yang benar
Ada yang besar ada yang kecil
Ada yang bicara tetapi tidak didengar, dan ada juga yang bicara namun tidak mau mendengarkan

Saya belajar bersabar dan mengerti waktu
Mengerti dan paham kapan harus bertindak dan kapan harus diam
Dan ketika pahlawan-pahlawan disana tertawa dan berteriak 'merdeka', saya tahu bahwa saya hanya harus diam dan tersenyum
Saya tahu bahwa saya juga akan punya waktu untuk berteriak 'merdeka', nantinya, harusnya

Saya belajar bagaimana seharusnya belajar
Saya harus paham harusnya tidak akan ada hasil tanpa usaha, yang selain itu hanya omong kosong
Saya juga harus mengerti bahwa saya tidak selamanya benar, tidak selalu duduk diatas, singkatnya kata orang banyak roda selalu berputar, kan?

Saya belajar untuk adil
Ketika saya bahagia, orang lain juga boleh bahagia
Ketika saya punya hak untuk bermimpi, orang lain juga berhak bermimpi
Ketika saya punya kesempatan, orang lain juga harus punya
dan
Ketika saya mendahulukan ego saya, saya tidak boleh marah ketika orang lain mendahulukan ego mereka
Ketika saya berbicara tanpa melihat dan mendengar, tentu tidak apa-apa ketika orang lain berbicara tanpa melihat dan mendengar
Dan ketika saya tidak peduli, harusnya tidak jadi masalah ketika orang lain juga tidak peduli
Saya hanya tidak boleh meledak ketika orang lain melakukan hal-hal yang sama seperti yang saya lakukan

Hidup sudah tidak adil, mengapa saya harus ikut-ikutan?


btw, Selamat Hari Bumi 2013!
Malang,22april2013
atha

January 26, 2013

tersakiti tidak berarti harus menyakiti

Saturday, January 26, 2013 0
tersakiti tidak berarti harus menyakiti
Untuk yang merasa tersakiti karena menyakiti,

Jangan pernah sembunyi dan mengumpat mereka.
Karena jika kamu begitu,
kamu pecundang.

Jika mereka menyebutmu trouble-maker, jangan marah. Itu tandanya mereka perhatian.

Jika hati mereka tersakiti karenamu, kamu  harusnya sadar. Itu tandanya mereka punya hati, sama sepertimu.

Jika air mata mereka keluar karena kejengkelan mereka, dengarkanlah mereka. Itu tandanya mereka sudah terlalu lama menahan perasaan mereka.

Jika suara mereka bergetar ketika membicarakan namamu,  tanya apa yang mereka mau. Itu tandanya bagi mereka menyebutkan namamu sama saja menyakiti hati mereka.

Jika amarah mereka sudah terlalu banyak hingga tidak bisa keluar, mengertilah. Itu tandanya mereka masih bisa mengontrol emosi mereka, agar hatimu tidak juga tersakiti.

Dan jika mereka marah,
percayalah mereka masih sayang kamu.


********

Untuk yang merasa menyakiti karena tersakiti,

Ketika hatimu robek, sakit, haruskah kamu berbalik dan membalas dendam?
Ketika harapan terbesarmu buyar karena hal yang tidak kamu mengerti, haruskah kamu berbalik dan marah?
Ketika semua hal baik dihadapanmu menghilang, haruskah kamu berbalik dan berteriak agar semua terang?
Ketika kenyataan berbanding terbalik dengan mimpimu, haruskah kamu berbalik dan mengurung dan menyiksa dirimu?
dan ketika semua rencanamu terganti oleh hal-hal yang kamu tidak suka, haruskah kamu berbalik dan menyakiti orang-orang disekitarmu?

Tidak. sama. sekali.

Tanyakan pada dirimu,
apakah kamu ingin menjadi jahat dengan membalas dendam?
apakah kamu mau menghabiskan tenagamu dengan marah?
apakah dengan berteriak dunia akan mendengarkan?
apakah ada keuntungan dari mengurung dan menyiksa diri?
apakah kamu tega menyakiti orang-orang disekitarmu?

kalau jawabanmu ya,
kamu pecundang.

Malang, 26 Januari 2013
atha


nb: no offense. ini cuma puisi biasa. buat yang marah gara-gara tersindir/gimana, that's your problem dude.

January 23, 2013

ketika semua abu-abu

Wednesday, January 23, 2013 0
ketika semua abu-abu
Ketika semua hal berubah menjadi abu-abu, aku cuma butuh kamu, dan semua warna yang kamu punya...

Jika kamu mempunyai satu buah apel, makanlah.
Dan jika kamu punya dua, tawari aku.
Aku tidak akan menerima,
namun aku akan bahagia karena kamu menganggap aku ada.

Jika kamu melihat awan putih yang berarak bebas, tersenyumlah.
Dan jika kamu melihat pelangi, menyanyilah bersamaku.
Aku tidak akan bilang kamu gila,
namun aku akan bahagia karena kamu bahagia bersamaku.

Jika kamu mendengar kicau burung, pejamkan matamu.
Dan jika kamu mendengar simfoni, mari menari bersamaku.
Aku tidak akan menghina,
namun aku akan bahagia karena kamu dan aku menjadi aneh bersama.

Doamu adalah senyumku hari itu.
Dan saat kamu tertawa bersamaku, tidak ada yang lebih indah dari ini.

Kita tidak saling bertemu,
namun aku ingin percaya bahwa kamu dan aku sama-sama berharap begitu.

Kita tidak saling menatap,
namun aku ingin percaya bahwa kamu dan aku sama-sama bahagia.

dan Kita juga tidak saling bicara,
tapi aku ingin percaya bahwa kamu dan aku sama-sama saling mendoakan...

dan tolong, jangan pernah keluarkan air matamu karenaku,
kecuali kamu merasa bahagia dan bangga.
Aku cinta kamu, ibu:*

Malang, 23 Januari 2013
atha

January 19, 2013

kamu dan waktu

Saturday, January 19, 2013 0
kamu dan waktu

Kamu selalu saja berada disini, di dalam tulang tengkorak kepalaku. Kamu juga tidak mau pergi dari sini, dari saraf-saraf sensitif otakku. Kamu nggak bakalan pergi lama dari sini. Mungkin pada beberapa waktu otakku mau berbaik hati dengan memberikanku sedikit jeda waktu untuk melupakanmu. Namun kamu tidak pernah benar-benar pergi,
karena saat mataku terbuka di pagi hari kamu kembali.

Kamu selalu mengganggu kerja jantungku. Ia, yang tadinya tenang akan berhenti secara mendadak diluar kendaliku. Detaknya yang tadinya teratur secara tiba-tiba akan melonjak naik turun dengan hebohnya. Ia tidak pernah mau diam,
kecuali kamu pergi.

Kamu, aku selalu bertanya seberapa besar energi yang kamu miliki sehingga kamu bisa dengan mudah merajai otakku dan miliaran saraf di dalamnya. Dan hey, aku selalu bertanya dimanakah bisa aku dapatkan energi semacam itu,
agar aku bisa sedetik saja mengganggu pikiranmu.

Aku selalu hafal setiap kata dalam percakapan kita, walau ironisnya memang aku harus berkata itu sedikit sekali. Aku hafal dimana kita pertama bertemu, kata apa yang kamu ucapkan, baju warna apa yang kamu pakai, dan bagaimana rasanya menjabat tanganmu yang hangat itu. Tapi,
apakah kamu hafal setidaknya tanggal ulang tahunku?

Aku, terkadang aku ingin memutar waktu. Aku mau memperbaiki semua kesalahanku. Kesalahan-kesalahan bodoh yang aku ciptakan karena hormon-hormon tidak stabil ini. Semua kesalahan yang membuat orang lain kepayahan karenaku. Tapi, jika aku bisa melakukan itu aku yakin,
aku tetap akan memilih kamu.

Semuanya kadang terlihat salah. Orang perlu melakukan kesalahan untuk menjadi orang baik. Menjadi orang baik tidaklah semudah yang bisa diucap dengan deretan huruf. Menjadi orang baik adalah tentang meminta maaf, memaafkan, dan evaluasi diri. Dan kamu tahu? Pada akhirnya anak perempuan yang masih kecil tadi akan berubah menjadi wanita dewasa. Wanita dewasa tahu mana yang seharusnya dia pilih. Dan apakah kamu tahu? Pilihannya itu,
belum tentu kamu.


Malang, 19 Januari 2013
atha

November 22, 2012

coret-coretan

Thursday, November 22, 2012 0
coret-coretan

Siapa bilang hidup itu mudah?
Jika hidup itu mudah, kita tidak perlu lagi bermacam warna.
Hanya perlu hitam, putih, dan kelabu.
Tidak perlu lagi jalan belokan, dan tebing yang curam.
Hanya perlu lurus, datar, dan tiada batas.
Hidup yang seperti itu hanya dinilai satu kata,
membosankan.

Kadang, buat jalan diatas jalan berbatu kita butuh sepatu dengan sol yang tebal.
Tapi apa gunanya sepatu dengan sol yang tebal kalau kita bahkan tidak mau berjalan?

Dalam hidup ada berusaha, ada menyerah, ada gagal, ada berhasil.
Menyerah, gagal, dan berhasil itu satu paket. Tapi berusaha nggak kenal sama toleransi.
Kalau kamu nggak berusaha, ya kamu nggak bakalan ngerasain paket tadi.

Banyak orang bilang hidup dengan dikelilingi harta adalah surga.
Namun hidup dengan dikelilingi tawa, canda, dan senyuman adalah bahagia.
Bahagia itu sederhana, seperti kata mereka.

Bahagia itu merasakan apa yang ingin kamu rasakan.
Bahagia itu berada di sekeliling orang-orang yang kamu sayang.
Bahagia itu mudah, karena
bahagia itu kita yang bikin, bukan dia ataupun mereka.


22  November 2012
atha! :-)



October 31, 2012

Untuk Kamu

Wednesday, October 31, 2012 0
Untuk Kamu

Suatu waktu aku merasa harus menunggu
tanpa tahu ujung penantianku.
Lelah, bosan, dan putus asa telah menyuruhku berhenti,
berhenti menunggu sebuah ketidakpastian.

Aku telah mencoba bergerak bersama waktu,
namun kamu membuatku jatuh ke titik awal lagi.
Aku mencoba untuk tidak peduli,
tetapi lagi-lagi kamu mengoyak rencanaku.
Rencana untuk melupakanmu.

Malam itu kamu melakukan hal paling manis sedunia,
namun semuanya selesai saat matahari membuka mataku secara paksa.
Hanya khayalan,
mimpi,
imajinasi yang terlalu manis.
Karena aku paham, kenyataan tidak akan semanis ini.

Aku bertanya padamu, semua ini tentang apa?
Samakah tahun ini dengan beberapa tahun lalu?
Apakah dunia masih sama?
Ah, terlalu banyak pertanyaan yang tidak bisa dijawab.
Membuatku harus menyerah,
atau lebih lama lagi menunggu.

***

"I thought you were gone forever, I thought you'd walked away from everything, because I failed, because I destroyed the only thing that ever mattered to me. I waited for you to come, but you didn't." - Alexandra Adornetto, Halo