atha's scrapbook

January 20, 2013

I just love the words

Sunday, January 20, 2013 0
I just love the words
"I think that that is like the dumbest thing that I have ever heard. You know what? I never said anything, but your entire premise is bullshit. And would you like to know why? Because these imaginary new donuts that you offer people, they may never arrive. They're not real. And me, personally, I am not the type of person who wants to sit around and wait for something that might never arrive. When they know that the thing they have in front of them is.. it's tasty! It's good okay? And you know what? It's not about the age of the donut, it's about the flavor. And you know the other thing? The new donuts, they're going to start stale someday, too." -Tom on The Five-Year Engagement

January 19, 2013

kamu dan waktu

Saturday, January 19, 2013 0
kamu dan waktu

Kamu selalu saja berada disini, di dalam tulang tengkorak kepalaku. Kamu juga tidak mau pergi dari sini, dari saraf-saraf sensitif otakku. Kamu nggak bakalan pergi lama dari sini. Mungkin pada beberapa waktu otakku mau berbaik hati dengan memberikanku sedikit jeda waktu untuk melupakanmu. Namun kamu tidak pernah benar-benar pergi,
karena saat mataku terbuka di pagi hari kamu kembali.

Kamu selalu mengganggu kerja jantungku. Ia, yang tadinya tenang akan berhenti secara mendadak diluar kendaliku. Detaknya yang tadinya teratur secara tiba-tiba akan melonjak naik turun dengan hebohnya. Ia tidak pernah mau diam,
kecuali kamu pergi.

Kamu, aku selalu bertanya seberapa besar energi yang kamu miliki sehingga kamu bisa dengan mudah merajai otakku dan miliaran saraf di dalamnya. Dan hey, aku selalu bertanya dimanakah bisa aku dapatkan energi semacam itu,
agar aku bisa sedetik saja mengganggu pikiranmu.

Aku selalu hafal setiap kata dalam percakapan kita, walau ironisnya memang aku harus berkata itu sedikit sekali. Aku hafal dimana kita pertama bertemu, kata apa yang kamu ucapkan, baju warna apa yang kamu pakai, dan bagaimana rasanya menjabat tanganmu yang hangat itu. Tapi,
apakah kamu hafal setidaknya tanggal ulang tahunku?

Aku, terkadang aku ingin memutar waktu. Aku mau memperbaiki semua kesalahanku. Kesalahan-kesalahan bodoh yang aku ciptakan karena hormon-hormon tidak stabil ini. Semua kesalahan yang membuat orang lain kepayahan karenaku. Tapi, jika aku bisa melakukan itu aku yakin,
aku tetap akan memilih kamu.

Semuanya kadang terlihat salah. Orang perlu melakukan kesalahan untuk menjadi orang baik. Menjadi orang baik tidaklah semudah yang bisa diucap dengan deretan huruf. Menjadi orang baik adalah tentang meminta maaf, memaafkan, dan evaluasi diri. Dan kamu tahu? Pada akhirnya anak perempuan yang masih kecil tadi akan berubah menjadi wanita dewasa. Wanita dewasa tahu mana yang seharusnya dia pilih. Dan apakah kamu tahu? Pilihannya itu,
belum tentu kamu.


Malang, 19 Januari 2013
atha

January 16, 2013

2013nya Atha

Wednesday, January 16, 2013 0
2013nya Atha

Post terakhir saya kapan? HAH? 5 Desember? Iyuwhhhh, jadul banget. Sekarang udah 2013, man!
2013 harus banyak yang berubah. Yang jelek semoga cepet ilang, dan yang baik-baik tetep ada ya. Oh iya, buat kamu-kamu yang geer namanya bakalan ditulis di blog saya, jangan berkhayal. Kalian harus membayar lebih untuk itu. Haha pis pipis, kidding! ^^

Kalian tau sekarang saya lagi apa? Buat yang kepengen tau banget alias kepo, saya sekarang lagi malem kamis-an di balkon atas sambil minum hot chocolate dan makan biskuit bayi bareng someone :3 Buat yang masihhh aja kepo (kepo is good, btw), Ya, dia bukan pacar saya. Bukan, dia bukan cowok. Dan ya, dia sepupu saya.___.

Oke, serius yuk. Sekarang kan udah 2013, teman. Nah, pasti kalian punya revolusi tahun baru kan. Masih aja nggak punya? Masih aja nggak bisa move on? Cupu deh. *digebukin massa*
2013 dianggap orang banyak spesial, karena mereka semua yang percaya sama kejadian di tanggal 21 desember 2012 itu masih nggak percaya mereka masih eksis di dunia. Saya sendiri juga masih nggak percaya bisa ngelewatin tanggal 21 Desember 2012 itu dengan sukses (baca: markarasta). Oh iya, anak alay yang foto dari pojok kanan atas juga masih bersikukuh menganggap diri mereka keren, dan kamu eh saya eh kamu masih nggak percaya kalo kamu masih belom bisa move on. HAHAHA galau? kasian deh. Taun baru, semangat baru, neng! Jadi lebih dewasa, lebih alay, dan lebih eksis!;) -_______-

Selum cokelat panas saya berubah menjadi es teh, dan sebelum biskuit bayi nya berubah jadi bubur ayam, saya akan mencoba menyelesaikan postingan ini kawan:"))) *kedipkedipmanja* *layarlaptoppecah*

Hm, 2013 ya. Saya akan membagi sedikit cerita ya. Kan saya sudah kurang lebih 6 bulan pisah dari bapak sama ibu. There are much bad and good things, ya know? I'll try to write some of them.
The bad ones:
  1. Jauh dari ibu. Sumpah ini yang paling paling paling paling berat. Kalo aja kalian tau gimana deketnya saya sama ibu dan tiba-tiba harus pisah. Hiks.
  2. Jauh dari bapak. Ini juga berat, kawan. Saya nggak punya guru private lagi sekarang.
  3. Jauh dari AQILL!!! Walaupun adek saya ini bawel, ngambekan, suka marah-marah, jelek, item, gila, TAPI SAYA SAYANG DIAAAAA!
  4. Jauh dari temen-temen SMP saya. Yah, walaupun saya nggak pindah ke Malang, I know there's gonna be time when we gotta to be separated:')
  5. Jauh dari seafood!! I love crab more than you can imagine. I could eat two crabs!! Lols kepiting saos tiram, I miss you much:*
The GOOD ONES:
  1. Jauh dari ibu membuat saya lebih mandiri. Saya bisa mengelola uang saya lebih baik daripada sebelumnya. Saya sekarang membeli seemuaaa keperluan saya sendiri, mulai dari sabun, sikat gigi, sampe gunting jumbo. Haha. Nggak cuma itu, jauh dari ibu membuat mental saya jadi lebih kuat, saya nggak cengeng lagi (padahal masih kalo kangen ibu), nggak gampang down lagi, dan jadi lebih lembut~ lalala
  2. Jauh dari bapak membuat saya jadi lebih sayang sama bapak, lebih mandiri ngerjain tugas sendiri, dan lebih tanggung jawab sama diri saya sendiri & semua barang punya saya. Saya sekarang jadi nggak berani ngelawan sama bapak sama ibu. Yaaaaaa kamu bakal tau kalo kamu ada di posisi saya;;)
  3. Jauh dari aqil dakocan gueeee, membuat saya jadi lebih sayaaanngggg sama dia. Kangen kangen kangen gila-gilaan bareng aqil. Kangen lempar-lemparan bantal sampe lampu jugaa wkwkwk
  4. Alhamdulillah saya dapat kesempatan buat mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Disini saya belajar mandiri, tanggung jawab, dan kreatif dalam arti yang sesungguhnya. Saya yakin nanti saat kuliah semua hal yang saya dapatkan disini bakalan saya kangenin. Dan juga saya yakin sekolah ini mempersiapkan semua siswanya untuk siap kuliah. JADI, saya akan mencoba ikhlas kalo ada guru yang nyuruh praktek dan menyusun laporan tanpa memberi petunjuk melainkan cuma kertas alat bahan dan langkah. Saya akan mencoba lapang dada jika ada guru yang deadline tugasnya bisa membuat saya kejang-kejang, dan saya akan mencoba sabar kalo dapet tugas yang aneh-aneh dan seems impossible. Karena saya yakin semua itu bukanlah apa-apa di universitas nanti. Perjalanan kita masih panjang, teman o:)
  5. SAYA DAPET KELUARGA BARU! @FORTE_MISA({}) Dikelas X8 ini saya belajar adaptasi (lagi), saya belajar berbaur, belajar sabar, belajar lebih dewasa:) Makasih forte agents! (fyi, nonton ini dong! Markarasta 2012 FORTE X8 SMAN 1 Malang)
Udah liat kan? Setiap hal punya dampak baik&buruk. Dan buat hal yang baik, saya yakin dampak positifnya jauh lebih banyak daripada negatifnya. Oh iya, gimana dengan rosolusi tahun baru kalian? Kepengen tau banget daftar resolusi saya? Baiklah, karena kalian memaksa. Ini diaaaa>>>>>>>>
  1. Lebih rajin solat
  2. Lebih rajin sekolah, ngerjain tugas, dateng les, dateng ekskul, dateng A1, belajar
  3. Proses pembuatan KTI Seni Budaya sukses...
  4. Tugas-tugas saya mendapat nilai bagus
  5. Workshop dan Lomba Jurnalistik KIAS sukses
  6. Student Fiesta-nya PCC sukses
  7. Dapet ranking paralel
  8. Menang lomba.... rahasia :P
  9. Lebih rajin nulis blog
  10. Novel karangan saya diterbitkan
  11. Cerpen karangan saya diterbitkan
  12. Sering-sering liburan ke Lampung...
Udah liat? Masih aja kepo? It's your own problem buddy!-___- Gimana dengan resolusi tahun baru kalian? Dibuat juga dong. Nanti di akhir tahun kita bisa menilai sebaik dan seburuk apa kita di tahun ini:)
Udahan ya, cokelat panas saya sayangnya udah abis dan biskuit bayi nya udah dirubungin semut. Langitnya semakin gelap dan anginnya jadi semakin dingin, membuat saya kangen banget sama selimut tebal saya di kamar. Oke, besok-besok lagi deh. Saya janji intervalnya nggak panjang dari ini:)
Thank you for reading my unek-unek :p
Love you all  buat yang udah membuat tahun 2012 atha jadi lebih berwarna. Tetep eksis disekitar atha ya 2013 ini. Muah.

November 22, 2012

coret-coretan

Thursday, November 22, 2012 0
coret-coretan

Siapa bilang hidup itu mudah?
Jika hidup itu mudah, kita tidak perlu lagi bermacam warna.
Hanya perlu hitam, putih, dan kelabu.
Tidak perlu lagi jalan belokan, dan tebing yang curam.
Hanya perlu lurus, datar, dan tiada batas.
Hidup yang seperti itu hanya dinilai satu kata,
membosankan.

Kadang, buat jalan diatas jalan berbatu kita butuh sepatu dengan sol yang tebal.
Tapi apa gunanya sepatu dengan sol yang tebal kalau kita bahkan tidak mau berjalan?

Dalam hidup ada berusaha, ada menyerah, ada gagal, ada berhasil.
Menyerah, gagal, dan berhasil itu satu paket. Tapi berusaha nggak kenal sama toleransi.
Kalau kamu nggak berusaha, ya kamu nggak bakalan ngerasain paket tadi.

Banyak orang bilang hidup dengan dikelilingi harta adalah surga.
Namun hidup dengan dikelilingi tawa, canda, dan senyuman adalah bahagia.
Bahagia itu sederhana, seperti kata mereka.

Bahagia itu merasakan apa yang ingin kamu rasakan.
Bahagia itu berada di sekeliling orang-orang yang kamu sayang.
Bahagia itu mudah, karena
bahagia itu kita yang bikin, bukan dia ataupun mereka.


22  November 2012
atha! :-)



October 31, 2012

Untuk Kamu

Wednesday, October 31, 2012 0
Untuk Kamu

Suatu waktu aku merasa harus menunggu
tanpa tahu ujung penantianku.
Lelah, bosan, dan putus asa telah menyuruhku berhenti,
berhenti menunggu sebuah ketidakpastian.

Aku telah mencoba bergerak bersama waktu,
namun kamu membuatku jatuh ke titik awal lagi.
Aku mencoba untuk tidak peduli,
tetapi lagi-lagi kamu mengoyak rencanaku.
Rencana untuk melupakanmu.

Malam itu kamu melakukan hal paling manis sedunia,
namun semuanya selesai saat matahari membuka mataku secara paksa.
Hanya khayalan,
mimpi,
imajinasi yang terlalu manis.
Karena aku paham, kenyataan tidak akan semanis ini.

Aku bertanya padamu, semua ini tentang apa?
Samakah tahun ini dengan beberapa tahun lalu?
Apakah dunia masih sama?
Ah, terlalu banyak pertanyaan yang tidak bisa dijawab.
Membuatku harus menyerah,
atau lebih lama lagi menunggu.

***

"I thought you were gone forever, I thought you'd walked away from everything, because I failed, because I destroyed the only thing that ever mattered to me. I waited for you to come, but you didn't." - Alexandra Adornetto, Halo

October 7, 2012

HiGH SCHOOL LIFE PART 5

Sunday, October 07, 2012 0
HiGH SCHOOL LIFE PART 5

HiGH SCHOOL LIFE PART 5

Salahkah bila aku menyukaimu, padahal itu adalah hal yang dilarang? Dan maafkan aku karena telah menyakitimu. Perlu kau ketahui, bukan hanya kau yang merasa pedih. Aku juga.
Hal ini yang baru aku ketahui belakangan, Tuhan selalu tahu kapan waktu yang tepat untuk memberikan hadiah. Seperti sebuah pelangi yang ada sehabis hujan.

***

Kemarin, Taft mengajakku ke taman, lagi. Taft bilang ia menyukaiku, dan gilanya aku sudah tahu. Namun ada faktor lain yang baru aku ketahui seminggu belakangan ini. Faktor lain yang mengubah segalanya. Faktor lain yang nggak bisa dilupain gitu aja.
Dan aku merasa kesal dengan diriku, bagaimana mungkin aku telah membiarkan diriku jatuh terlalu dalam?

“Kenapa lo nolak gue?”

“Taft, gak gitu...”

“Jujur aja, Xav. Gue gabakal marah. Apa gara-gara perbedaan? Kayak yang lo bilang selama ini?”

“Nah, itu lo tau. Kita terlalu beda. Fix.”

“Terus maksudnya semuanya kemaren apa? Lo bilang mau percaya sama gue? Hah?? Kita beda apa sih emangnya? Prinsip? Hobi? Atau jangan-jangan agama? Lawak lo.”

“Jangan pernah nyuruh gue percaya sama lo, kalo lo sendiri nggak percaya sama adanya Tuhan.”

“Hei, itu hak gue buat punya agama atau enggak!”

“Dan ini hak gue buat nerima lo apa enggak.” Aku berdiri dari dudukku, menatapnya dalam, “Bye, Taft.”

“Anjing lo! Tai!”

Aku menatapnya miris, mencari-cari celah diantara kilatan marah di matanya. Berharap ada setitik harapan untuk memaafkan kesalahanku, yang mungkin terlalu memberikan harapan untuknya. Harapan yang seperti pasir, makin digenggam, makin hilang. Maafin aku, Taft.

“Maaf..” aku berbalik badan dan berjalan seperti biasa. Ralat, maksudku berusaha berjalan seperti biasa. Aku tiba-tiba merasa sesak, dan aku juga merasakan air mataku mulai merebak dengan cepat. Aku berharap besok tidak akan menjadi lebih buruk lagi...

***

Ketika aku tiba di kelas, yang terdengar hanya keributan. Aku menebak-nebak apa yang terjadi sehingga mereka ribut begini. Tidak biasanya, ini baru jam 6.15 pagi! Saat aku masuk, semua mata memandangku, lalu mata mereka kembali ke pusat perhatian semula. Aku mengikuti arah pandang mereka, dan tahulah aku bahwa ada yang tidak ‘biasa’ pagi ini. Bangkuku. Bangku kepunyaanku, yang sudah aku duduki selama kurang lebih 3 bulan ini sudah berpenghuni. Cewek cantik dengan pipi tirus, hidung mancung, kulit seputih susu, dan rambut panjang mengkilap itu menatapku datar. Matanya yang bulat besar itu tidak mau berhenti menatapku. Akhirnya aku mengalah, dan pergi dari kerumunan itu. Menuju bangku terakhir dipojokan kelas. Aku tidak tertarik lagi dengan gadis es itu. Dia lebih cocok bersama Taft, manusia semi-bisu itu.

Deg.

Ternyata hari ini tidak lebih baik dari kemarin.

Aku hanya menatap kerumunan itu. Mereka sibuk menginterogasi pehuni kelas baru itu. Aku tidak berniat 
kesana. Pikiranku sudah terlalu penuh untuk memikirkan hal-hal kecil seperti itu. Tiba-tiba kulihat makhluk semi-bisu ku. KU? Kau terlalu berkhayal, Xavi. Xavi? Please, jangan ingatkan aku tentang nama itu. Panggil saja aku kasihan. Aku lebih bisa menerimanya.

Taft menatapku sekilas, dengan pandangan bengis. Nampak sekali ia belum bisa memaafkanku. Tapi, ya sudahlah. Mau apa lagi. Ia nampak sedikit terkejut dengan kehadiran si gadis es tadi. Namun hanya sedetik, karena sedetik kemudian ia tersenyum. Senyum yang selalu aku suka. Hatiku mencelos. Taft tersenyum kepada gadis itu? Padahal ia hanya menatapku dingin saat kami pertama kali bertemu...

Kerumunan itu perlahan bubar saat bel masuk berdering.
Dan aku sendirian, lagi.

***

“Lo jealous, Ra?” suara Kelly menyadarkanku. Aku memang bercerita kepadanya tentang segala hal. Satu-satunya wanita yang aku percayai. Satu-satunya wanita yang bisa aku peluk, dan kutumpahi air mata, setelah mama pergi.

“Dih, cetek amat gue jealous sama dia. Dia bukan siapa-siapa gue kok.”

“But he WAS something, Ra. Like you said.” Kelly mengangkat bahu.

“WAS itu beda, ly sama IS”

“So, who is that lucky guy?”

“Lucky guy apaan?”

“Kata lo, lo udah nemu yang ‘IS’?”

“Dih, nenek lampir!!! Gue nggak ngomong gituuu. Bolot amat lu ya. Traktir gue ice cream cake, please.”

“Yuk, tapi mandi dulu sana.”

“Cih, lo itu kali yang belom mandi!!!”

Kelly is one of the best things I have. I can’t imagine life without her.

***

Sahabat selalu ada, seperti angin yang selalu ada di saat cuaca panas, berawan, bahkan badai sekalipun. Sahabat tidak pernah bosan dengan tingkah konyol kita. Sahabat akan selalu mendengarkan, tidak menghakimi. Mereka tidak akan menutupi kesalahan kita dengan kebohongan yang manis. Mereka akan terus terang mengatakannya walaupun mereka tau kita akan sakit hati. Dan... mereka tidak takut kehilangan kita. Karena mereka yakin kita tidak akan pernah pergi dari mereka.

***
wdyt? I've tried to make it longer :9 Leave comments please! You know one comment means he world to me :) THANKS for reading! hope you like it:)