atha's scrapbook

November 6, 2013

gadis dan kaca kecil

Wednesday, November 06, 2013 0
gadis dan kaca kecil

"

Dia tertawa. Menampilkan deretan gigi putihnya yang rapi. Matanya menyipit, namun aku masih bisa melihat cahaya kesenangan keluar dari sana. Bahunya naik turun seiring dengan tawanya yang menyenangkan itu. Tawa yang mau tak mau membuatmu tersenyum juga. Walaupun lelucon tadi sama sekali tidak lucu.

Caranya berjalan dan berbicara. Caranya membuat semua orang percaya dengan kata-katanya. Caranya membuat orang lain terpingkal dengan lelucon dan tingkah konyolnya. Segala cara yang membuat setiap orang menyukainya.

Seperti bau hujan di musim kemarau.

Atau bau wangi vanilla white musk kesukaanku.

Atau bau rendang Padang di bulan Ramadhan.

Dia dengan mudah membuat semua orang menyukainya.

***

Dia terkekeh lagi. Entah apa yang membuatnya kali ini tertawa. Aku rasa hal yang tidak begitu penting lagi. Namun kali ini sudah bukan tawanya yang menarik perhatianku. Aku sudah cukup hafal dengan tawanya sekarang. Jadi mendengarkan tawanya bukan merupakan sebuah hal baru bagiku.

Dia sering sekali tertawa dan terkekeh.

Kali ini tatapannya berbeda dari biasanya. Anak perempuan itu memandang kosong ke ujung lapangan basket sekolah kami. Aku mendadak terdiam. Tidak biasanya gadis ini melamun. Biasanya ia selalu tertawa, paling tidak tersenyum. Namun kali ini berbeda. Ia sekarang sering kali melamun, memandang ke arah ujung lapangan basket itu.

Kali ini ujung lapangan itu basah.

Hujan deras mengguyur kota kami. Tidak ada seorang pun yang berniat keluar dari bangunan. Namun gadis kecil tadi tetap berlari mendekati jendela kaca di ujung lorong itu. Kembali menatap ujung lapangan itu. Walau aku yakin objek pandangannya tidak ada disana.

Karena semua orang tidak keluar saat hujan deras begini.

Aku mendekatinya. Sekilas nampak tidak ada yang berbeda darinya. Kecuali tawa yang kuakui sedikit kurindukan itu. Aku mencolek bahunya pelan. Namun tidak ada respon. Akhirnya aku memanggilnya, melantunkan namanya. Oh tidak, hanya seruan. Bukan namanya. Aku bahkan tidak tahu namanya.

Dia menoleh, memandangku dengan tatapan aneh, curiga, entah apalah. Sambil sesekali terus memandang ke arah ujung lapangan basket disana. Nampaknya ada sebuah objek yang ditunggunya. Aku melihat segerombolan hormon testosteron itu bergerak berlarian menyebrangi lapangan basket. Berusaha lari secepat-cepatnya, menghindari tetesan air dari angkasa. Aku teringat niat awalku, bermaksud hendak bertanya kemanakah perginya tawa riang dan senyuman manisnya itu, namun langsung membatalkan niatku begitu kulihat kedua matanya.

Kedua bola hitam putih itu memancarkan binar-binar indah. Benar-benar indah. Aku terkesiap selama beberapa saat. Tahulah aku sekarang, gadis ini tidak bersedih. Gadis ini tidak tampak murung sama sekali. Gadis ini hanya sedang...

jatuh cinta.

"

October 24, 2013

MOSCOWIAN♥

Thursday, October 24, 2013 0
MOSCOWIAN♥


Moscow (Misa on Science Two) adalah keluarga baru saya sekarang, insyaAllah dua tahun kedepan dan infinity yaaa~ kelas XI IPA 2 yang awalnya saya agak berat masuk kesini abisnya dari X8 cuma berdua sama penceng._. dan sekarang
You are all my new favorite people, Owi{}


me heart ya!

October 16, 2013

Gula Kapas dan Hal Bahagia Tentangmu

Wednesday, October 16, 2013 2
Gula Kapas dan Hal Bahagia Tentangmu

"
Aku memicing. Rupanya sinar matahari kala itu tidak mau kalah beradu dengan tebalnya awan putih seperti gula kapas kesukaanku. Ya, aku memang lebih suka gula kapas yang berwarna putih dibanding yang merah muda. Alasannya sih sederhana saja, gula kapas putih mengingatkanku tentang awan, dan itu membuatku bahagia.

Dudukku kala itu tidak bisa diam. Mengingat ribut-ribut suara cewek dihadapanku ini yang terus saja berbicara. Pahamlah, anak SMA. Cewek-cewek lagi.

Aku menggeser dudukku, bermaksud menghindari surya yang semakin panas saja. Tanpa bisa kucegah ternyata perbuatanku tadi menyebabkan sudut pandangku berubah beberapa derajat. Menghasilkan bayangan yang entah sejak kapan menjadi bayangan favorit retina mataku. Sosokmu yang tinggi menjulang itu termangu. Entah melamunkan apa. Aku sebetulnya hanya ingin melihatmu sekilas saja, dan kembali fokus larut dengan obrolan cewek-cewek ini. Namun otakku menolak untuk diajak bekerja sama. Belum sampai sepuluh detik aku memalingkan muka, mataku kembali mencari-cari bayanganmu.

Pandanganmu masih tidak berubah. Masih tetap saja menuju ke satu titik tapi aku yakin pikiranmu tidak kesana. Kualihkan pandanganku ke seberang timur, dan disana seluruh temanmu ribut sekali. Entah berdebat soal makanan paling enak di kantin, atau tentang gosip pasangan baru di sekolah. Tapi kau tetap diam. Tidak ikut menyeruak masuk ke dalam kerumunan penuh hormon testosteron itu. Saat salah satu dari mereka menegurmu, kau bahkan hanya tersenyum tipis dan melambaikan tangan. Tidak ada maksud untuk bergerak sedikitpun.

Padahal dulu kau tak begitu.

Sosokmu yang hangat nyaris mengalahkan hangatnya sinar matahari yang menghangatkan jari-jari beku sesudah terbalut oleh dinginnya embun pagi kota. Dan aku tidak lagi menemukan hangatmu, sekarang. Apa yang membuatmu berubah, teman?

Senyummu dan tawamu yang bahagia tidak pernah absen meramaikan lorong kelas yang sepi. Dan aku tidak lagi menemukan bahagiamu, sekarang. Ada apa, teman?

Ayo, bahagialah, teman. Sesungguhnya, alasan kita untuk bahagia tidak hanya satu. Aku tidak tahu alasanmu apa. Tapi pasti ada ratusan alasan lain yang bisa membuatmu bahagia. Dan ketika ternyata alasan-alasanmu habis kau buang satu per satu, kau masih tetap bisa bahagia, kok. Bahagia bahkan tidak membutuhkan alasan.

Bersyukur.

***
Gula kapas berwarna putih itu kumakan lambat-lambat. Aku tidak ingin manisnya cepat hilang. Aku suka saat gula kapas itu menyentuh lidahku dan mencair cepat di dalam sana. Meninggalkan manis, dan membuatku bahagia. Kan sudah kubilang, bahagia itu tergantung kita.

Aku hampir tersedak saat tanpa sengaja memasukkan gula kapas itu terlalu banyak. Rasa manis yang terlalu menyengat lidah membuatku memejamkan mata sepersekian detik. Dan saat mataku membuka, yang kutemukan adalah bayangan favorit retina mataku. Aku mengerjapkan mata berkali-kali. Dan kau tetap ada disana. Berarti bukan ilusi.

Sosokmu yang masih tinggi menjulang berdiri disana. Dikelilingi puluhan gerombolan testosteron lainnya. Aku tersenyum sekilas. Kau sudah mau beranjak dari lamunan bodohmu itu. Kau harusnya sadar, sendirian tidak akan membuatmu bahagia, tau.

Lalu aku melihatmu tertawa. Entah apa yang temanmu ucapkan. Kau mulai kembali batinku. Namun hanya sebentar. Sosok hangatmu yang seakan kembali tadi menghilang beberapa detik kemudian. Digantikan oleh image barumu yang tidak aku kenal itu. Apa sih, yang bisa membuatmu menghangat lagi? 

Aku mengambil gula kapas lagi, sambil sesekali memandangmu yang sebentar-sebentar berubah-ubah imagenya. Lalu aku tanpa sadar berteriak kecil saat tanganku ditarik oleh tangan yang aku yakin sekali milik sahabatku. "I've been looking for you, for almost thirty minutes, you know. Darimana aja, sih?" Dia mengomel dan omelannya membuatku bahagia. Setidaknya dia peduli padaku.

Aku tersenyum menyadari betapa hebatnya kau yang bisa mematri waktuku hingga aku tidak sadar bahwa aku telah terpisah dari sahabatku cukup lama. Aku menolehkan kepalaku sekali lagi kearahmu, lalu mengikuti sahabatku, partner in crime ku, dan orang yang membuatku bahagia ini pergi kemana saja yang ia mau. Saat aku memakan potongan gula kapasku yang terakhir, aku membisikkan doa untukmu. Lirih sekali.

Semoga kamu selalu bahagia :))

"
Malang, 16 Oktober 2013

August 23, 2013

FORTE MISA (lagi)

Friday, August 23, 2013 0
FORTE MISA (lagi)
Forte titik dua family of republic ten eight.

Forte titik dua kelas X8 tahun 2012/2013.

Forte titik dua kayak nama obat, kata orang. Bodoamat ya. (Forte means strong btw).

Forte titik dua markasnya di ruang 303, letaknya di lantai tiga dengan hawa yang panasnya gila. Jarang banget ada guru yang betah berlama-lama berdiam diri di ruangan itu apalagi guru-guru jam terakhir. Ruang 303 versi siang hari dilengkapi dengan berbagai macam aroma yang dijamin akan menggoda bulu-bulu hidungmu. Bau ketek, bau kaos kaki, bau daki, bau keringet, dan kadang-kadang bau kuah baksonya Pak Sobar... (eh serius nggak boong.)

Forte titik dua tempat dimana saya nemuin orang-orang yang aneh, gila, dan solid sekali. Tempat dimana kalian saling membutuhkan satu sama lain. Tempat dimana kalian merasa senang menghabiskan separuh hari kalian bersama mereka. Tempat dimana kalian merasa bangga jadi orang idiot...
          Siapa yang nggak kenal Forte Misa? Siapa yang nggak tau yel-yel nya Forte? ._. Hahaha.

Forte titik dua mengajarkan saya banyak sekali hal yang nggak bisa diajarin sama guru-guru di sekolah. Hal-hal tentang bagaimana caranya menjadi lebih dewasa daripada sebelumnya. Tentang kebersamaan. Tentang bagaimana menjadi keluarga tanpa perlu ikatan darah. Forte juga mengajarkan saya indahnya berbagi. Bagaimana rasanya ketika kita merasa membutuhkan dan dibutuhkan orang lain.

Forte titik dua kadangkala nggak sekuat yang kita kira. Namanya hidup bareng, pasti pernah cekcok. Pasti pernah saling nggak suka-sukaan. Pasti pernah saling ngomongin di belakang, kan? Tapi bukan Forte namanya kalo kita nggak bisa ngumpulin semua masalah itu dan nangis bareng dalam satu meja.

Saya suka segala hal tentang Forte.
Waktu semua tangan anak-anak Forte ditumpuk jadi satu dan semua dengan keras berteriak IDIOT IDIOT IDIOT LONGOR! Yel-yel macam apa itu. Semua orang pasti berpikiran begitu. Tapi semua anak Forte selalu terlihat senang setelahnya. Entahlah, menertawai diri sendiri lebih baik kan daripada ngomongin kejelekan orang lain?
Waktu kita saling curhat satu sama lain, ketika kita membuat nama nama panggilan aneh untuk warga sekolah (hahaha jangan ditiru), kayak tante felix, bibi berkerudung merah, angry granny, papi, awwww kangen rek:(
Atau waktu kita pergi main rame-rame malem malem terus main mercon di tugu, pergi baksos, ke batu tapi atha nggak naik dremulen... wkwkwk

Orang-orang selalu bilang kita harus keep going dan bahasa gaulnya move on. Soooo mungkin ini akan jadi post terakhir saya galauin Forte.

Buat Forte, makasih untuk satu tahunnya yang nggak nggak nggak mungkin bisa dilupain. Makasih udah bikin atha betah jadi murid SMA untuk pertama kali walaupun jauh dari orang tua. Makasih banget untuk semua pengalaman, pelajaran yang udah kalian kasih. Makasih udah mau jadi temennya atha, mau sabar ngadepin atha yang lelet dan lemot ini wkwkwk. Makasih grup whatsapp dan line nya yang selalu jadi moodbooster (sampe sekarang), dan selalu jadi penggoda kalo pas ujian.

Walaupun kita udah pisah-pisah, jangan berenti temenan ya. Kita udah dapet kelas baru dan temen-temen baru, dan semua orang pasti akan bilang kita berubah. Wajar kok, rek. Asal berubahnya jangan parah-parah amat sampe nggak inget lagi. Inget kalo kita pernah jadi satu.

Kalian terlalu berharga untuk dilupain, tau nggak!
Atha sayaaaanngggg kalian semua mumumu

Stay idiot longor ya :"3
muah 

July 28, 2013

Iseng

Sunday, July 28, 2013 0
Iseng
Aku tahu pagi hari-mu sudah cukup sejuk
dan malam hari-mu sudah cukup hangat.
Namun biarkan aku menyelipkan namamu dalam doaku.

Mereka bilang hal terindah adalah berfoto bersama dan mengunggahnya ke internet,
memamerkannya pada dunia.
Namun aku rasa hal terindah adalah mereka yang diam-diam,
saling mendoakan.

Selamat malam matahari pagi-ku
dan bulan malam-ku.
Dimanapun kamu berada,
aku selalu berharap hormon Endorphin milikmu sedang bekerja.

June 19, 2013

Bahagia dengan kadarnya masing-masing

Wednesday, June 19, 2013 0
Bahagia dengan kadarnya masing-masing
Masih inget postingan saya yang ini? Gak kerasa itu udah satu tahun yang lalu aja.

18 Juni 2013
Hari itu nggak kayak 18Juni-18Juni lainnya. Itu kali pertama saya menghabiskan hari terbaik dalam setahun tanpa ibu sama bapak. Uh.
Tapi tetep bahagia dong. Tetep bersyukur masih bisa bernafas sampe hari ini, bersyukur karena banyak dapet doa dari orang-orang yang perhatian, bersyukur karena ITS MY DAY, MAN! hahaha.

Makasih buat semua yang udah nyisihin waktunya walaupun cuma semenit buat bbm, sms, mention, atau nge wall dinding fb saya yang jamuran itu, heheehehe. Makasih doa-doanya, semoga terkabul dan balik ke kalian masing-masing. Aamiin

Yeah yeah
And now I’m 16

SAYA 16 TAHUUUUNNNN :D asik.

daritadi isi postingan nggak nyambung sama judul ya?

Gini deh, maksud saya ngasih judul itu, walaupun tahun ini gak ada ibu,bapak,lila,ss,ika,udty,mulei,ica,nopi, apalagi nadia,nanda,rana,riah, tapi atha tetep bahagia kok. Tahun ini yang nemenin ulang tahun ada yangti,yangkung,putri (makasih kue sama kadonya{}), sama @FORTE_MISA{{{{{<3}}}}}

Semoga atha bisa lebih baik lagi ke depannya, bisa banggain orang tua dan semua yang sayang sama atha, jadi anak sholehah, aamiin. *blowmysixteencandles*

atha.